Jumat, 14 Maret 2014

DUNIA PERTAMBANGAN

PERTAMBANGAN INDONESIA
Jakarta, 14 maret 2014

   Pertambagan di indonesia khususnya pertambangan Mineral pada tahun 2014 melemah dan sangat terpukul, khususnya pertambanga mineral Nikel seiring dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) no. 1 Tahun 2014 yang mengatur larangan export tambang mentah.

       Hingga saat ini belum ada kegiatan yang berarti dalam pertambangan mineral khususnya Nikel dan Bauksi, bahkan tercatat kurang lebih 182 perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang pertambangan mineral nikel tersebut sudah mulai beralih kearah industri lainnya seperti perdagangan atau pertambangan lainnya seperti Pasir Besi, Batu Bara, Tembaga dan Emas bahkan tidak sedikit dari perusahan swasta nasional tersebut telah mengalami kebangkrutan.

               Untuk saat ini dunia pertambangan bukanlah pilihan yang baik untuk usaha namun dari sisi prospek kedepan, dunia pertambangan adalah pilihan yang masih menjanjikan bagi pengusaha untuk meraup keuntungan di tanah air ini.

          Sebenarnya kalau mau ditinjau secara umum, Indonesia memiliki kekayaan alam berupa mineral sangat berlimpah dan baru sekitar 3% dari jenis mineral yang di eksploitasi, masih banyak jenis mineral yang belum tersentuh oleh perusahaan-perusahaan yang swasta nasional atau hanya di kelola sekala rakyat.

            Sebagai contoh mineral yang memiliki nilai ekonomis dan belum di kelola di tanah air kita seperti Chalcopyrite (dibutuhkan untuk bahan industri medis, industri perhiasan), Amphibole (dibutuhkan untuk bahan industri brake system, industri kendaraan, industri baju anti api), Quartz (dibutuhkan untuk banyak industri sebagai ahan inti, seperti industri radio, inustri telekomunikasi, industri kaca, industri medis dan sebagainya) dan masih banyak lagi mineral yang dibutuhkan di industri yang merupakan kekayaan tambang negara indonesia ini.

              Indonesia dengan kekayaan alam berupa mineral yang sesungguhnya menjadi bahan penelitian oleh banyak bangsa didunia dan menyayangkan bangsa kita yang memiliki kemampuan finansial namun tidak dapat mengelola dengan baik untuk menaikan nilai Pertambangan Indonesia di mata dunia. semoga bermanfaat.

Salam